PENGARUH PROSES MANUFAKTUR BERULANG PADA SIFAT MEKANIK MATERIAL SHEET METAL AISI 304

MOH MASHDUQI FADLI, 33212301010 (2026) PENGARUH PROSES MANUFAKTUR BERULANG PADA SIFAT MEKANIK MATERIAL SHEET METAL AISI 304. Diploma thesis, POLITEKNIK NEGERI MADURA.

[thumbnail of TUGAS AKHIR MOH MASHDUQI FADLI 3321231010 (1).docx] Text
TUGAS AKHIR MOH MASHDUQI FADLI 3321231010 (1).docx

Download (2MB)
[thumbnail of TUGAS AKHIR MOH MASHDUQI FADLI 3321231010 (1).docx] Text
TUGAS AKHIR MOH MASHDUQI FADLI 3321231010 (1).docx

Download (2MB)

Abstrak

AISI 304 merupakan salah satu material sheet metal yang banyak digunakan dalam industri manufaktur karena memiliki ketahanan korosi, kekuatan mekanik, dan kemampuan fabrikasi yang baik. Dalam proses fabrikasi, material dapat mengalami beberapa tahapan manufaktur seperti laser cutting, pengelasan Gas Tungsten Arc Welding (GTAW), dan grinding atau polishing yang dilakukan secara berulang. Setiap proses tersebut dapat memberikan pengaruh termal maupun mekanik yang berpotensi mengubah kondisi material dan sifat mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh proses manufaktur berulang terhadap sifat mekanik material sheet metal AISI 304 melalui pengujian tarik dan pengujian bending. Metode penelitian dilakukan dengan pembuatan spesimen menggunakan proses laser cutting, pengelasan GTAW, dan pemolesan atau grinding, kemudian dilakukan pengujian tarik menggunakan Universal Testing Machine (UTM) dan pengujian bending mengacu pada ASTM E290. Parameter pengujian tarik yang dianalisis meliputi Peak Load, Yield Strength, Ultimate Tensile Strength, Elongation, dan Young's Modulus, sedangkan pengujian bending dilakukan melalui pemeriksaan visual terhadap kondisi spesimen setelah pembengkokan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai Peak Load material RAW sebesar 42,835 kN, T1 sebesar 44,135 kN, T2 sebesar 42,597 kN, dan T3 sebesar 35,561 kN. Nilai Yield Strength masing-masing sebesar 440,35 MPa, 472,08 MPa, 445,78 MPa, dan 396,78 MPa, sedangkan nilai Ultimate Tensile Strength masing-masing sebesar 751,48 MPa, 764,24 MPa, 739,53 MPa, dan 617,38 MPa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses manufaktur berulang memberikan pengaruh terhadap sifat mekanik material, dengan pengaruh yang lebih jelas terhadap keuletan dibandingkan kekuatan tarik pada tahap awal perlakuan, sedangkan pada T3 mulai terlihat penurunan yang lebih signifikan pada kemampuan material dalam menerima beban dan menahan tegangan tarik maksimum. Sementara itu, hasil pengujian bending menunjukkan bahwa seluruh spesimen mampu dibengkokkan hingga sudut pengujian tanpa mengalami retak maupun patah makro pada daerah logam induk maupun sambungan las. Dengan demikian, material AISI 304 masih mampu mempertahankan kemampuan deformasi plastis pada pengujian bending, meskipun proses manufaktur berulang menyebabkan perubahan sifat mekanik, terutama penurunan keuletan dan kekuatan tarik pada variasi T3.

Tipe Item: Tugas Akhir (Diploma)
Subyek: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 600 Teknologi (ilmu terapan) > 600 Teknologi
Program Studi: Jurusan Rekayasa Mesin Dan Industri > Teknik Mesin Alat Berat
Depositing User: 33212301010 Moh Mashduqi Fadli
Date Deposited: 10 Sep 2026 05:30
Terakhir Diubah: 10 Sep 2026 05:30
URI: https://digilib.poltera.ac.id/id/eprint/1289

Actions (login required)

View Item
View Item